Membasmi Hama Tikus Sawah

Membasmi Hama Tikus Sawah

Selama ini hama tikus selalu menjadi momok yang paling menyebalkan bagi para petani. Bukan hanya pada tanaman padi saja, tikus juga sering menyerang tanaman lainnya seperti cabai, jagung, terung-terungan, dan lainnya. Apabila terjadi serangan parah maka sudah pasti hasil panen bisa menyusut hingga separuhnya.

Nah, untuk bisa menghindari serangan hama tikus sawah yang membawa kerugiaan materiil yang sangat besar, ada beberapa cara untuk mengendalikannya. Berikut ini adalah cara paling efektif membasmi hama tikus sawah.

1. Cara Hayati

Cara hayati dilakukan dengan cara memanfaatkan musuh tikus yaitu kucing,  burung hantu, dan ular. Tetapi mengandalkan kucing ataupun ular masih kurang optimal. Seperti yang kita tahu bahwa kucing tidak suka berkeliaran di sawah. Sedangkan ular bisa jadi berbahaya karena bisa mematuk para petani yang berkerja.

Membasmi hama tikus dengan cara hayati yang paling efektif dan sudah pasti tidak berbahaya adalah dengan memelihara predator alaminya, yaitu burung hantu. Di beberapa tempat sekarang ini burung hantu sudah banyak dipelihara khusus untuk memburu tikus sawah.

2. Cara Mekanik

Pengendalian cara mekanik memiliki tujuan untuk menganggun serta membuat lingkungan menjadi sangat tidak nyaman bagi hama tikus sawah. Pengendalian melalui cara mekanik bisa dilakukan dengan pemagaran menggunakan seng atau plastik, memasang perangkan dan lem, sampai dengan pemasangan kegaduhan atau bunyi-bunyian..

3. Cara Kimiawi

Cara kimiawi bisa menjadi langkah paling akhir jika populasi hama tikus benar-benar sudah tidak bisa terkendali. Sebab, banyak juga kasus keracunan yang terjadi pada petani ketika menggunakan cara kimiawi, entah itu melalui kulit ataupun mulut.

Terdapat dua cara kimiawi untuk membasmi hama tikus sawah, yaitu menggunakan racun sistemik dan racun kontak. Kedua cara ini sama-sama mencampurkan umpan dengan racun tikus sawah yaitu rodentisida.

Racun kontak akan sangat manjur di awal. Tetapi penggunaan racun kontak secara terus menerus bisa dibilang kurang efektif karena seperti yang kita tahu bahwa tikus merupakan hewan yang cerdas, jika temannya mati maka tikus-tikus yang lain tidak akan memakan umpan yang sama.

baca juga : https://www.agrobibittanaman.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *